Menembus Lapisan Batu Hitam: Fondasi Kokoh Lapangan Badminton Indoor UNNES Tuntas Presisi
Proyek bored pile Lapangan Badminton Indoor UNNES dari PT Wijaya Gugus Persada tuntas presisi. Menggunakan drilling rig, 274 titik (dia. 40 cm, kedalaman 10 m) berhasil diselesaikan meski menembus tantangan lapisan batu hitam keras.

Mewujudkan fasilitas olahraga berstandar tinggi membutuhkan fondasi yang tak kenal kompromi. Dalam proyek prestisius pembangunan Lapangan Badminton Indoor Universitas Negeri Semarang (UNNES), PT Wijaya Gugus Persada mempercayakan pelaksanaan pekerjaan fondasi tiang bor (bored pile) demi menjamin kekokohan struktur jangka panjang.

Di balik suksesnya pekerjaan ini, tim dihadapkan pada tantangan geologis yang tidak mudah: dominasi lapisan batu hitam keras (basalt/hard rock formation) pada profil tanah bawah permukaan. Penetrasi material keras ini menuntut strategi teknis matang, ketahanan mata bor, serta pengaturan torsi dan daya dorong mesin yang presisi agar terhindar dari deviasi maupun drill bit wear berlebih.

Mengandalkan unit drilling rig performa tinggi dengan teknik pengeboran bertahap, sebanyak 274 titik pondasi berhasil diselesaikan sesuai spesifikasi: diameter 40 cm dan kedalaman tembus hingga 10 meter. Metode tiang bor mesin ini terbukti efektif mengatasi formasi batu hitam tanpa menimbulkan getaran destruktif bagi bangunan di kawasan kampus sekitar.

Keberhasilan menembus formasi keras ini menjadi bukti sinergi antara kapabilitas alat berat mutakhir, keahlian operator, dan komitmen keselamatan kerja. Pijakan kokoh ini siap menopang gelanggang olahraga modern yang aman, nyaman, dan menjadi saksi lahirnya atlet-atlet bulu tangkis unggulan dari UNNES.
Ringkasan Teknis Proyek
Nama Proyek: Lapangan Badminton Indoor UNNES
Pemberi Kerja: PT Wijaya Gugus Persada
Metode Kerja: Bored Pile menggunakan unit Drilling Rig
Spesifikasi: Diameter 40 cm | Kedalaman 10 meter
Volume Pekerjaan: 274 titik pondasi
Tantangan Utama: Penetrasi formasi lapisan batu hitam keras (hard rock laye
